Ketika Cinta tak mampu bersama


Saat cinta merekah, semua terasa indah. Tak bisa dipungkiri, bahwa cinta ini dipercaya banyak orang memilki kekuatan yang unik dan dahsyat. Bisa mendekatkan yang jauh. Bisa menyatukan yang berbeda. Bisa menyulap yang sederhana menjadi sangat istimewa.
Kerja cinta memang mengikat. Mengikat antara dua insan sehingga menjadi sepasang kekasih. Mengikat dua insan sehingga menjadi saudara. Mengikat dua insan sehingga menjadi sahabat. Semua bisa seperti itu karena kerja cinta.
Dalam kehidupan berumah tangga, cinta perlu dihadirkan di sana. Bukan hanya memberi warna, namun juga menjadi ruh yang senantiasa menjaga nadi pernikahan agar tetap berdenyut. Jika cinta sudah tak ada, maka biasanya selesailah sebuah rumah tangga, karena tak ada lagi kekuatan yang mendorong masing-masing untuk tetap bersama atas nama cinta.
Perselisihan bukanlah akhir dari segalanya di antara kita
Berapa banyak perselisihan yang justru melahirkan kebersamaan
Kalimat syair di atas hanya akan terjadi jika masih ada cinta yang terus bekerja dan menyemai antara seseorang dengan pasangannya.
Namun, melihat dimensi keagungan cinta, apakah ia sudah merupakan segalanya dalam kehidupan rumah tangga kita?
Perlu kita sadari, bahwa keluarga muslim adalah keluarga yang berorientasi akhirat. Artinya, kebersamaan bersama dengan pasangan kita tentu juga harus diorientasikan jauh ke akhirat sana. Bukan hanya sebatas kehidupan dunia saja. Ketika jiwa meregang nyawa kemudian kebersamaan menjadi selesai begitu saja. Namun kebersamaan di sini harus berujung kebersamaan kelak di surga.
Apakah cinta saja mampu menyatukan kita dengan pasangan kita kelak di akhirat? Mari kita simak baik-baik firman Allah Ta’ala,”Orang yang saling mencintai pada hari itu sebagiannya akan menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf [43] : 67)
Kata Al-Akhillaa’ (Orang-orang yang mencintai) berasal dari kata al-khullah (cinta). Namun kata khullah ini artinya adalah cinta yang bukan hanya sekedar cinta. Khullah artinya adalah cinta yang begitu dalam dan besar. Karena itulah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam mendapatkan gelar Al-khalil (Kekasih Allah).
Akan tetapi, meskipun mereka di dunia memiliki kualitas cinta yang luar biasa, ternyata itu tidak cukup untuk membuat mereka bisa bersanding di surga. Tentu ada kekuatan lain, selain cinta, yang bisa menyatukan kita dengan pasangan kita kelak di surga. Apa kekuatan itu?
Allah mengatakan, “kecuali orang-orang yang bertakwa.” Artinya, orang-orang yang bertakwa mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan estafet cintanya sampai kelak di surga. Pasangan suami istri yang bertakwa kelak akan terus memadu cinta sampai ke surga.
Bagaimana hal itu bisa terjadi?
Itu karena mereka melandaskan cinta mereka kepada pasangannya di atas pondasi ketakwaan kepada Allah Ta’ala. Bangunan rumah tangga muslim memang harus berdiri di atas pondasi takwa. Adapun cinta, tempatkan ia sebagaimana bidangnya, mengikat dan menyatukan kita dengan pasangan kita. Karena itu memang kerja cinta, bukan sebagai pondasi. Pondasinya adalah takwa. Jika itu tidak kita lakukan, maka bangunan rumah tangga kita terlalu ‘ringkih’ dan lemah untuk sanggup menopang kebersamaan sampai kelak di surga.
Allah Ta’ala berfirman, “Maka, apakah orang-orang yang mendirikan bangunannya di atas pondasi takwa kepada Allah dan keridhaan-Nya itu yang baik? Ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunan itu jatuh bersama-sama dengannya ke dalam neraka Jahannam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. At-Taubah [9] : 109)
Ayat di atas sebenarnya berbicara tentang masjid Dhirar, sebuah masjid yang dibangun oleh orang-orang kafir dengan tujuan untuk memata-matai ummat Islam diawal-awal hijrah ke Madinah. Sehingga kata bangunan itu berarti masjid. Namun, kata bangunan tersebut bisa kita kiaskan ke semua bentuk bangunan, termasuk bangunan rumah tangga.
Sebuah rumah tangga yang dibangun di atas pondasi takwa akan hidup nuansa kebaikan di dalamnya. Mereka akan saling mengingatkan untuk senantiasa meniti jalur keta’atan kepada Allah. Bila pasangan khilaf dan kurang maksimal dalam beribadah kepada Allah, maka ia mengingatkannya dan memotivasinya agar terus meningkatkan kualitas ibadahnya.
Inilah cinta yang hakiki. Cinta di atas pilar takwa. Cinta yang membuat seorang suami tidak tega jika istrinya kelak sengsara di akhirat. Cinta yang membuat seorang istri tidak rela jika suaminya kelak dijadikan bahan bakar api neraka. Sehingga kekuatan takwalah yang kini bicara.
Kekuatan takwa yang akan mendorong istri untuk selalu ta’at kepada suami. Kekuatan takwa yang akan membuat suami selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk masa depan akhirat istri. Konteks bicaranya adalah akhirat. Sehingga jarum kompas biduk rumah tangga selalu diarahkan kesana.
Untuk keluarga yang seperti ini, kelak Allah akan berkata kepada mereka, “Masuklah kamu ke dalam surga dan isteri-isterimu (lalu) kamu akan dimuliakan.” (QS. Az-Zukhruf [9] : 70)
Ar-Razi mengatakan, kata tuhbaruun (kamu akan dimuliakan), maksudnya kemuliaan disitu bukan hanya sekedar ‘ikram’ (kemuliaan biasa), tapi kemuliaan yang benar-benar dilebihkan. Hal itu diperkuat dengan penjelasan ayat setelahnya tentang bagaimana orang-orang bertakwa diperlakukan di surga, “Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas dan cangkir-cangkir. Di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata, dan kamu akan kekal di dalamnya. Dan itulah surga yang diwariskan kepadamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan. Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebagiannya kamu makan.” (QS. Az-Zukhruf [9] : 71-73)
Ternyata, ada kekuatan yang lebih dahsyat dari cinta. Kekuatan takwa. Sehingga sangatlah layak jika kita sampaikan risalah hati kita kepada pasangan kita. Bunyinya,
Cintaku kepadamu menjadi tidak berarti
Jika tidak melahirkan rasa takut pada Ilahi
Biarkan cinta tetap bersemi. Biarkan takwa selalu memberi arti. Karena sesungguhnya aku ingin kita kelak tetap bisa bersama sampai meraih surga-Nya.

Ketika Cinta tak di restui Orang Tua


Banyak diantara kita sudah mempunyai Calon Pendamping hidup dan sudah siap menikah namun banyak juga hambatan untuk menuju pernikahan salah satunya adalah restu orang tua, terkadang Hati Orang tua begitu keu-keuh bin Keras kurang setuju dan belum menerima terhadap calon pilihan kita.
Nah Sahabat AyoNikah semua, untuk menghadapi kasus seperti ini adalah pertama dengan menanamkan kesadaran bahwa yang mampu meluluhkan hati orangtua adalah Sang Mahakuasa. Untuk itu, kita perlu berdoa dengan lebih sungguh-sungguh, disertai dengan ikhtiar dan tawakkal.
Ada banyak sebab mengapa ortu tidak merestui jodoh pilihan kita. Diantaranya: mereka menyangka bahwa kebahagiaan kita terletak pada harta yang berlimpah. Untuk menepis pemahaman yang keliru itu, perlu kita tunjukkan di depan mata beliau bahwa harta itu tidak mempengaruhi kebahagiaan kita. Perlu kita perlihatkan bahwa kebahagiaan kita ditentukan olah hal-hal lain, misalnya: cinta, keasyikan dalam berjuang, ibadah, dll.
Bangunlah Komunikasi yang akrab dan hangat dengan orang tua, dengarkanlah apa yang menjadi keinginannya, jangan dipotong pembicaraanya dengarkan sampai beliau selesai berbicara sehingga kita akan mengetahui pemikiran orang tua seperti apa, karena terkadang presepsi kita sama orang tua berbeda baik karena pola didik, pendidikan dan lain sebagainya
Ceritakan alasan anda kenapa memilih si DIA, kepada orang tua dengan bahasa yang santun penuh kesopanan
Bisa jadi kemungkinan ortu merasa malu bila memiliki menantu yang kurang sederajat. Mungkin mereka malu bahwa anaknya “tidak laku” sampai-sampai memilih jodoh yang “lebih rendah”. Untuk menepisnya, hendaknya kita berusaha menunjukkan bahwa pilihan kita membanggakan, bukan hanya bagi kita, melainkan juga orangtua kita dan orang-orang dekat kita lainnya.
Intinya, kita perlu mencari akar permasalahannya sebelum menentukan solusinya. Akar permasalahan itu biasanya tersembunyi, tidak melalui kata-kata, seperti “merasa malu bila memiliki menantu yang kurang sederajat”.
Persoalan semacam ini dapat kita pandang sebagai kesempatan yang diberikan kepada kita supaya kita meningkatkan kualitas diri kita dalam banyak hal. Dengan demikian, kita menjadi lebih mampu untuk menghadapi masalah-masalah berat lainnya kelak.
Selain itu, adanya masalah semacam ini berarti bahwa kita diberikan kesempatan oleh Allah untuk lebih banyak beramal. Bagaimanapun, kehidupan kita di dunia hanya selama beberapa puluh tahun. Waktunya teramat singkat bila dibandingkan dengan kehidupan kita kelak di akhirat: selama-lamanya!
Sementara itu, kita tidak perlu “memaksa” Allah untuk meluluhkan hati orangtua. Lebih baik kita berserah diri saja kepada-Nya. Biarlah Dia yang menentukan kapan hati orangtua luluh. Bahkan seandainya luluhnya torangtua terjadi di akhirat kelak, itu pun tidak mengapa. Allah lah yang Mahatahu apa yang baik bagi kita.
Dan jangan lupa berdoa silahkan klik doanya disini

Tausiyah Islam


1. Siapapun yang merindukan sukses, maka harus bertanya pada dirinya seberapa jauh dan sungguh-sungguh untuk berjuang, karena Tiada Kesuksesan Tanpa Perjuangan,
2. Siapapun yang berbicara perjuangan, haruslah bertanya pada dirinya tentang berapa banyak kesiapan berkorban lahir bathin, karena Tiada Perjuangan Tanpa Pengorbanan,
3. Siapapun yang berjuang dengan pengorbanan haruslah bertanya seberapa keikhlasan niat dalam perjuangannya, karena tiada diterima Pengorbanan tanpa Keikhlasan,
4. Air yang lembut bisa mempersatukan bahan besi, semen, kerikil, pasir sehingga menjadi beton yang kokoh, memang kelembutan hatilah yang akan bisa mempersatukan,
5. Hanya orang yang tahu batas dan disiplin dengan bataslah yang menikmati hidup, karena orang yang tak tahu batas dan berlebihan akan menimbulkan masalah,
6. Kekuatan seorang Pemimpin Sejati adalah kemampuan mengendalikan diri, bagaimana mungkin memimpin orang lain dengan baik bila memimpin diri saja tak sanggup,
7. Sesungguhnya tak akan pernah ada yang tertukar dari janji dan pemberian Alloh, yang sering tertukar adalah Halal dan Haram akibat kurang ilmu, tak sabar dan tertipu nafsu,
8. Pemimpin yang bijak, tak perlu kelihatan serba ahli menyelesaikan masalah, justru memberi peluang anggotanya untuk kian terampil dan percaya diri dalam mengatasi masalah,
9. Yang penting bagi Pimpinan bukan memaksa anggotanya menaati kepada perintahnya, tapi membuat paham apa yang terbaik yang harus dilakukannya dengan penuh kesadaran,
10. Ciri kemenangan yang paling utama menurut Nabi, memberi kepada yang kikir terhadap kita, memaafkan ketika mampu membalas, mengunjungi orang yang memutuskan silaturrahim,
11. Barangsiapa yang selalu dan melatih diri untuk menghadapi situasi sulit, maka dia akan menghadapi kesulitan dengan tenang & mudah,
12. Barangsiapa yang selalu hanya ingin mudah dan menghindar dari hal yang sulit, niscaya akan menjadi penuh kesulitan dan ketegangan dalam mengarungi hidup ini,
13. Nikmatilah kebahagiaan orang lain menjadi kebahagiaan kita, jangan rusak suasana dengan komentar yang melukai atau meremehkan kebahagiaannya,
14. Jadikanlah kebahagiaan teman kita menjadi kebahagiaan kita, ikutlah merasa bersyukur atas nikmat yang Alloh berikan kepadanya.Niscaya hidup ini lebih indah dan mulia,
15. Sungguh tak adil bila kita sibuk dan waktu habis untuk memikirkan satu dua orang yang tak menyukai kita namun mengabaikan begitu banyak orang yang menyayangi kita,
16. Sungguh berbeda ketegasan dengan kemarahan, tegas adalah untuk menegakkan keadilan dengan bijak, kemarahan adalah memuntahkan kekesalan dengan menyakiti baik dengan kata atau sikap,
17. Nasehat setajam apapun tak akan pernah melukai hati orang yang bijak, sakit hati hanyalah milik orang yang alergi terhadap nasehat, yang melukai hatinya sendiri dengan kesombongannya,
18. Kebiasaan berterimakasih dengan tulus dan sungguh-sungguh adalah ciri orang yang rendah hati, karena orang yang sombong amat berat untuk mengakui kelebihan orang lain,
19. Orang mabuk tak akan bisa mengambil keputusan dengan benar & tepat, begitu pula yang mabuk kedudukan/kekuasaan, mabuk harta, mabuk asmara membara,
20. Berhati-hatilah dalam menceritakan diri sendiri, karena selain tak menarik bagi orang lain juga berpeluang menjadi riya, pamer diri yang menjatuhkan wibawa dan kemuliaan diri,
21. Alangkah sengsaranya orang yang mudah tersinggung, hidup tidak pernah tenang dan nyaman, amat mudah marah, tak ada kebahagiaan serta tak disukai oang lain,
22. Jangan takut menjadi tua, karena pasti menua. Tapi takutlah tak menjadi dewasa, karena kedewasaan sikaplah yang menjadi jalan kebahagiaan dan kemuliaan,
23. Boleh jadi Alloh mengabulkan harapan kita dengan TAK memberi apa yang kita inginkan karena DIA Maha Tahu bahaya yang akan menimpa dibalik keinginan kita,
24. Semakin banyak bicara, semakin besar peluang tergelincir kata-kata, semakin banyak masalah yang akan timbul, berhemat kata jauh lebih aman, lebih tenang & lebih berwibawa,
25. Jangan berbicara karena ingin bicara, ingin belum tentu perlu, namun berbicaralah ketika perlu berbicara karena manfaat yang didapat atau karena mudharat yang dapat ditolak,
26. Jangan tergiur pujian orang lain sehingga melebih-lebihkan, atau mengada-ada yang tiada, semua itu akan menjatuhkan kredibilitas kita sendiri, berbicaralah yang benar dan secukupnya,
Jangan tajut dianggap Bodoh dengan mengatakan Tidak Tahu atau Belum Tahu kalau memang Belum Tahu, takutlah menjadi orang yang sok tahu padahal tidak tahu,
27. Salah satu ciri kesuksesan seseorang adalah dicintai oleh orang-orang terdekatnya, waspadalah, dikenal dan dihargai yang jauh tapi tak disukai yang dekat pertanda kegagalan kepemimpinan,
28. Menasehati orang-orang terdekat jauh lebih sulit, karena mereka telah mengetahui pribadi kita yang sebenarnya, semakin tak sesuai perkataan dan perbuatan semakin tak ada wibawa,
29. Oleh karena itulah keberhasilan mendapatkan cinta, kasih sayang dan kesetiaan yang tulus dari orang-orang terdekat, menjadi pertanda keberhasilan kita memimpin diri sendiri,
30. Mari kita latih dan biasakan untuk bersikap lebih lembut, sopan dan hormat kepada orang-orang yang terdekat dengan kita, niscaya akan lebih indah, hangat, penuh makna kebersamaannya,
31. Apapun yang tak terkendali pasti menimbulkan masalah, demikian juga diri kita. Hidup akan penuh masalah bagi pribadi yang tak terampil mengendalikan diri,

Janji Allah Yang Ingin Nikah


Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan. Berikut ini sekelumit apa yang bisa saya hadirkan kepada pembaca agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup. Semoga bermanfaat buat saya pribadi dan kaum muslimin semuanya. Saya memohon kepada Allah semoga usaha saya ini mendatangkan pahala yang tiada putus bagi saya. Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku…
1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26) Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.
2. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya.
Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32) Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan.
Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”. Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga.
Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?
3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160) [1] Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.
4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)
5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60)
Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dan seterusnya. Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah
1. Ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll.
2. Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia
3. Pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll.
4. Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain.
5. Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst. Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”. (Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad).
6. Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35).
7. Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim).
8. ”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”. (Al Baqarah : 153) Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus shalat sesuai Sunnahnya dan terbebas dari bid’ah-bid’ah.
. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 – 6) Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.
9. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7) Agar Allah Tabaraka wa Ta’ala menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita.
. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40)
10. “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al Baqarah : 214) Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim. Jadi, kenapa ragu dengan janji Allah?
AyoNikah…..

Semoga terwujud Amin


Akad nikah
18 November 2011
Jum at kliwon
13.13-15.36


Timur laut ,selatan 


Berangkat
16 nov.
06.00-08.24
08.25-10.48
10.49-13.12
15.37-17.59
Timur, tenggara ,selatan

inilah kejadian yang q kwatirken dari dulu

kenapa selalu ada penundaan?....
pastilah ada sebabnya,,,,mokal tak ada sebabnya....
saat ini aku sudah jelas kenapa terjadi begitu....entah sengaja atau tidak yang pasti faktanya seperti itu?...
semua bisa di lihat sesuaikan dengan fakta yang ada....
alasan yang sangat sepele terlontar dengan mudahnya....
tapi alasan itu sangat bermakna baginya....sesampainya lebih mementingkan hal tersebut dan menunda pernikahan hanya karena hal kecil itu....


tapi kenapa ternyata di balik penundaan itu,ada embel embel jika tidak mau nunggu ya sudah lah?....
what?????????????????????????????????????
apa sebenarnya maksudnya?...
ternyata ada beberapa orang sekutu tidak memberikan ijin untuk hal yang telah di sepakati sebelumnya (komitment yang di buat bersama)




aku harus bagaimana?......
aku sudah membuang keinginan untuk pergi ke sana lagi,karena di sanalah aku merasa sangat tersakiti dan tak ter hargai dan tak di hargai...
jika aku tak kesana lagi,pernikahan pun batal....
kenapa tak ada hentinya dia menyakitiku dengan hal tersebut.




jika sudah di buat seperti ini,kenapa saat ku menjauh dan saat ku berjalan mengikuti angin engkau masih memberi harapan buat aku??????????????????????????????
walaupun tak semulus katamu,perkataanmu ternyata juga masih menyakitiku lagi dengan menduakan hatimu....
aku sudah ikhlas dengan keputusanmu kemaren hari....
kau tetap memilih aku......................


tapi kenapa untuk melakukan hal suci selalu kau tunda dengan alasan hanya itu dan ujungnya pun sampai ke situasi yang lebih merumitkan.....




aku selalu salah di matamu saat aku mencari tahu sendiri info yang sebenarnya terjadi...karena kau sendiri masih membulat mbulat saat ku perjelas tentang keinginanmu...


sejauh mana engkau akan menyakiti hati ku.......?
engkau selalu bilang sakit saat aku bertindak tanpa sepersetujuanmu,,,,,
tapi apakah kau bisa merasakan sakit hati yang ku rasa setiap kali kau berbohong denganku?
saat kau bersenang senang berduaan jalan dengan lelaki lain...yang tak lain adalah mantanmu ...
dan kenapa engkau menyembunyikan hubungan kita di depan dia...
what?....


kamu masih bisa tertawa saat itu......saat kami kau permainkan...walaupun kau tak bermaksud mempermainkan kami.....
tapi kmi merasa tersakiti........


hati ini sangat sakit saat saat seperti itu,bagimu kau biasa?...tapi itu efeknya luar biasa.... dan terbukti kan?...






aku sangat lemah karena cinta...
dan aku terlanjur mencintaimu...
aku pengen membina keluarga bersamamu...


dan aku selalu memaafkan kejujuranmu walaupun menyakitiku terlebih dahulu...tapi pintu maafku selalu terbuka untukmu...
lelaki mana yang rela istrinya berjalan lelaki lain....


walau aku belum resmi secara agama jua pemerintah..tapi selalu menganggapmu sebagai istriku...
walaupun aku belum bisa memenuhi semua kebutuhanmu......






nasib nasib boleh kan kita menyalahkan takdir

kenapa terjadi lagi dan lagi


setelah semua uang lenyap...
semua tabungan pun lenyap tak jelas....
motorpun belum kebayar.....

barusan ku sadari kalo flashdisk juga lenyap tak jelas kemana....


apa yang harus aku lakukan...
aku sangat down dengan ini...kenapa ini terjadi di saat aku memerlukan dukungan modal yang banyak...


kenapa juga sang pujaan hati tak kunjung datang...
dan kenapa juga dia sangat menyebalkan,tak mau menghubungi di saat aku membutuhkan support.
kenapa harus aku terus yang selalu menghubunginya........apakah itu adil...
katanya tuhan maha adil...
tuhan maha pemurah...
tuhan maha pemberi...
tunjukkanlah tuhan...

cahayaku

Ku lihat diriku sekarang 
oh ku diriku dan melarikan diri
tapi sesuatu menarikku kembali
suara dorongan yang kulupa memilikinya

yang ku tahu kau tidak di sini untuk 
mengatakan yang biasa kau katakan
tapi perkataanmu tertulis di langit malam

jadi aku tak akan menyerah
Tidak, aku tak akan mundur
hidup berputar lebih cepat dari yang kaukira
dan aku tetap kuat
meskipun semuanya berantakan

saat berdiri di kegelapan, aku tetap percaya
ada yang melindungiku
aku sudah pernah melihat cahaya itu
dan dia menerangi takdirku

bercahaya senantiasa
dan aku tidak akan takut
untuk mengikuti 
kemanapun dia membawaku

yang kutahu masa lalu sudah lewat
dan aku sekarang menjadi milik
saat ini, impianku


jadi aku tak akan menyerah
Tidak, aku tak akan mundur


hidup berputar lebih cepat dari yang kaukira
dan aku tetap kuat
meskipun semuanya berantakan
saat berdiri di kegelapan, aku tetap percaya
ada yang melindungiku

tak peduli kata orang
dan tak peduli berapa lama yang di perlukan
percaya padamu dan 
kau akan terbang tinggi
dan yang penting adalah kejujuranmu
jujur pada dirimu dan ikuti kata hatimu

jadi aku tak akan menyerah
Tidak, aku tak akan mundur
hidup berputar lebih cepat dari yang kaukira


dan aku akan kuat
meskipun semuanya berantakan
saat berdiri di kegelapan, aku tetap percaya
bahwa aku tak akan menyerah
tidak, aku tak akan mundur
hidup berputar lebih cepat dari yang kaukira


bahwa aku tak akan menyerah
ada yang melindungiku

lagi dan lagi dan lagi

3 januari 2011
awal tahun baru yang tidak mengenakkan bagiku,

kenapa kejadian itu terulang lagi,
di haruskan untuk memilih
sayank atau kasihan

jika kau memilih aku karena kasihan, please jangan memilih aku.!
dan aku bukan pilihan

bicaralah dengan hatimu untuk terbuka.

Kode bank

1. ABN AMRO Bank: 052
2. American Express Bank LTD: 030
3. Bank Of America: 033
4. Bank Of China Limited: 069
5. BPD Aceh: 116
6. BPD Bali: 129
7. BPD Bengkulu: 133
8. BPD Jambi: 115
9. BPD Jawa Barat dan Banten: 110
10. BPD Jawa Tengah: 113
11. BPD Jawa Timur: 114
12. BPD Kalimantan Barat: 123
13. BPD Kalimantan Selatan: 122
14. BPD Kalimantan Tengah: 125
15. BPD Kalimantan Timur: 124
16. BPD Lampung: 121
17. BPD Maluku: 131
18. BPD Nusa Tenggara Barat: 128
19. BPD Nusa Tenggara Timur: 130
20. BPD Papua: 132
21. BPD Riau: 119
22. BPD Sulawesi Selatan: 126
23. BPD Sulawesi Tengah: 134
24. BPD Sulawesi Tenggara: 135
25. BPD Sulawesi Utara: 127
26. BPD Sumatera Barat: 118
27. BPD Sumatera Selatan: 120
28. BPD Sumatera Utara: 117
29. BPD Yogyakarta: 112
30. Citibank: 031
31. Deutsche Bank AG: 067
32. JP. Morgan Chase Bank: 032
33. Anglomas Internasional Bank: 531
34. ANZ Panin Bank: 061
35. Bank Agroniaga, Tbk: 494
36. Bank Akita: 525
37. Bank Alfindo: 503
38. Bank Antardaerah: 088
39. Bank Arta Niaga Kencana: 020
40. Bank Artha Graha Internasional: 037
41. Bank Artos Indonesia: 542
42. Bank Bintang Manunggal: 484
43. Bank Bisnis Internasional: 459
44. Bank BNP Paribas Indonesia: 057
45. Bank Bukopin: 441
46. Bank Bumi Arta: 076
47. Bank Bumipetera Indonesia: 485
48. Bank Capital Indonesia: 054
49. Bank Central Asia: 014
50. Bank Century: 095
51. Bank China Trust Indonesia: 949
52. Bank CommonWealth: 950
53. Bank Credit Agricole Indosuez: 039
54. Bank Danamon Indonesia: 011
55. Bank DBS Indonesia: 046
56. Bank Dipo Internasional: 523
57. Bank DKI: 111
58. Bank Ekonomi Raharja: 087
59. Bank Eksekutif Internasional: 558
60. Bank Ekspor Indonesia: 003
61. Bank Fama Internasional: 562
62. Bank Finconesia: 945
63. Bank Ganesha: 161
64. Bank Haga: 089
65. Bank Hagakita: 159
66. Bank Harda Internasional: 567
67. Bank Harfa: 517
68. Bank Harmoni Internasional: 166
69. Bank Himpunan Saudara 1906, Tbk: 212
70. Bank IFI: 093
71. Bank INA Perdana: 513
72. Bank Index Selindo: 555
73. Bank Indomonex: 498
74. Bank Internasional Indonesia: 016
75. Bank Jasa Arta: 422
76. Bank Jasa Jakarta: 472
77. Bank Keppel Tatlee Buana: 053
78. Bank Kesawan: 167
79. Bank Kesejahteraan Ekonomi: 535
80. Bank Lippo: 026
81. Bank Mandiri: 008
82. Bank Maspion Indonesia: 157
83. Bank Mayapada Internasional: 097
84. Bank Maybank Indocorp: 947
85. Bank Mayora: 553
86. Bank Mega: 426
87. Bank Merincorp: 946
88. Bank Mestika Dharma: 151
89. Bank Metro Express: 152
90. Bank Mitraniaga: 491
91. Bank Mizuho Indonesia: 048
92. Bank Muamalat Indonesia: 147
93. Bank Multi Arta Sentosa: 548
94. Bank Multicor: 036
95. Bank Negara Indonesia: 009
96. Bank Niaga: 022
97. Bank NISP: 028
98. Bank Nusantara Parahyangan: 145
99. Bank OCBC Indonesia: 948
100. Bank Permata: 013
101. Bank Persyarikatan Indonesia: 521
102. Bank Purba Danarta: 547
103. Bank Rabobank Internasional Indonesia: 089
104. Bank Rakyat Indonesia: 002
105. Bank Resona Perdania: 047
106. Bank Royal Indonesia: 501
107. Bank Shinta Indonesia: 153
108. Bank Sinar Harapan Bali: 564
109. Bank Sri Partha: 466
110. Bank Sumitomo Mitsui Indonesia: 045
111. Bank Swadesi: 146
112. Bank Swaguna: 405
113. Bank Syariah Mandiri: 451
114. Bank Syariah Mega Indonesia: 506
115. Bank Tabungan Negara: 200
116. Bank Tabungan Pensiunan Nasional: 213
117. Bank UIB: 536
118. Bank UOB Buana: 023
119. Bank UOB Indonesia: 058
120. Bank Victoria International: 566
121. Bank Windu Kentjana: 162
122. Bank Woori Indonesia: 068
123. Bank Yudha Bhakti: 490
124. Bank Centratama Nasional: 559
125. Bank Halim Indonesia: 164
126. Bank ING Indonesia: 034
127. Korea Exchange Bank Danamon: 059
128. Bank Liman International: 526
129. Bank PAN Indonesia: 019
130. Bank Prima Master: 520
131. Bank Standard Chartered: 050
132. The Bangkok Bank Comp: 040
133. The Bank Of Tokyo Mitshubisi UFJ: 042
134. HSBC: 041

ini bisa di buktikan

Ada orang yang bekerja
di tempat yang tidak menghormati
dan sembarangan membayarnya,
tapi dia tetap bertahan di situ
karena takut tidak ada rezeki baginya
di tempat lain.

Memang mengherankan,
tetapi tidak setiap orang
yang menyebut dirinya beriman,
percaya bahwa rahmat Tuhan itu
besar dan tersebar luas.

Hmm …

Jika dia beriman,
dia akan bersikap lebih berani.

Karena,

Keberanian adalah bukti iman.

CInta?.... aku harus sesuai komitment... agar bisa membahagiaakan orang tua juga istriku

Orang yang tak pernah menderita
karena cinta, sesungguhnya tak pernah
mengenal cinta.

Jika rasa itu tak pernah melukai,
pasti itu bukan cinta.

Cinta membuka yang selama ini tertutup,
menyadarkan yang belum pernah disadari,
mencemerlangkan yang tak terlihat,
dan memuliakan yang tak terhargai.

Cinta melambungkan harapan ke langit.

Tapi, jika ia dikecewakan,

Cinta menyayat hati sampai ke dasarnya.

ternyata benar

ternyata benar banget feeling ku,

tempo waktu engkau berucap sambil tangis tangis untuk bisa berhubungan kembali lagi...
 dan engkau pun mau untuk berkomitment...

1. engkau mau menyusul aku ke tempatku 
2. bersedia menikah dengan aku, dengan kondisi seadanya saja.
3. jika menikah di tempatmu engkau tak mau jika hanya dengan sederhana saja, tapi engkau mau sederhana di tempatku.
4.Tapi engkau tak mau bulan itu, engkau berjanji untuk sekian kalinya, bahwa kau akan menyusulku bulan juni (karena engkau bilang masih ada tanggungan membiayai study adik) , dan engkau akan membuktikannya itu omonganmu.
5. engkau akan kesini secepatnya jika engkau terbukti xxxxxxx, dan mau untuk langsung menikah.

seiring berjaannya waktu engkau tetap dalam kondisi seperti yang kau bilang, tapi entah mengapa akhir akhir ini engkau memancing suasana pembicaraan tentang pesta pernikahan.
dan engkau berbalik kanan dengan yang kau ucap dalam komitment yang kita buat agustus lalu.
yang terlintas di benakku,akan kah aku akan menyakiti beberapa wanita lagi?..tempo waktu aku sudah pernah akan melakukan akad nikah, kedua keluarga besar sudah saling membicarakan hari pertemuan.dan karena aku ingin menikahi wanita yang ku cintai,akupun membatalkan acar tersebut. maka dari itu aku mengawali untuk membuat komitment seperti yang kau bilang.

dan hari ini engkau mengulang kembali pembicaran dengan lebih lantang berbicara berbalik kanan!
dan benar memank di balik itu ada seseorang yang mendorong dorong untuk engkau berbicara seperti itu,
di awal sebelum kita menunggu waktu yang kita sepakati.
aku percaya engkau mencintaiku.
akankah pembuktianmu terwujud.

mungkin aku belum bisa mengenalmu 100%
tapi dari beberapa kajadian yang sudah pernah terjadi, aku bisa merasakan itu semua.
aku akan berharap engkau bisa bahagia....
aku ingin engkau bisa merasakan ketenangan
menikmati keindahan dalam ketenteraman
dengan kegiatan yang nyaman
menemati rumah idaman
apapun akan ku lakukan untukmu aar engkau bisa mencapai semua rasa itu.
untuk saat ini aku masih belum bisa,tapi tunggu saat nya akan tiba.
orang yang berkomitment adalah orang yang sesungguhnya bertanggung jawab.



Oh kenapa engkau masih ragu

engkau bilang tak melakukan judi lagi, tapi mengapa kau tetap melakukannya di manakah aku akan memepercayai semua kata yang terucap dari mulut indahmu.


engkau mendengar tentang kondisi keuanganku saat ini saja engkau telah mau menunda waktu lagi, sebenarnya apa yang ada di benak anda?.....
jika engkau tak menginginkan kehidupan apa adanya.....janganlah engkau memberikan seberkas sinar cahaya ke dalam hidupku lagi, biarlah ku jalani hidupku dengan keadaan yang ada di depanku,walaupun gelap biarlah, ku kan tetap bisa menjaga rasa ini untukmu. walaupun ku tak melihat jalan di depan namun kuyakin akan sampai pada tujuan di depan.


jika engkau seperti ini, apakah itu menunjukkan sesuatu yang sebenarnya ada di rasamu,
di dalam saat saat seperti aku menemukan sesuatu acara agar tak terlalu larut dalam problem, bukannya memberi support terus malah memberikan suatu pemangkasan kepercayaan dari bahasa tubuhmu.


aku tahu keinginanmu, aku juga tahu maksudmu.
tapi tak seharusnya engkau bersikap seperti itu.
bisa bisa menjadi down untuk kedua kalinya.


aku akan tetap menjaga rasa ini sampai saat yang kita sepakati. dan ini bukan perjanjian semata. ini fakta.
fakta dari rasa ini, bukan karena janji.rasa ini dari hati.

Mau tahu karakter anda dengan kamus jawa?.... klik saja di sini

ingin mengetahui karakter anda sendiri?.... ataupun orang lain termasuk juga kekasih anda.....
download dan open the file ,portable kok.......


jika inginkan download aplikasi kamus jawa langsung saja  klik kamus jawa di atas.
cari tombol download di bawah kanan.


jika ingin belajar ataupun mengetahui kuruf jawa. anda bisa klik di bawah ini.

http://www.gimonca.com/indonesia/huruf_jawa.html 

kamus jawa

Sistim Penanggalan Jawa

Sistim Penanggalan Jawa lebih lengkap dan komprehensif apabila dibandingkan dengan sistim penanggalan lainnya, lengkap dan komprehensifnya adalah suatu pembuktian bahwa ketelitian Jawa dalam mengamati kondisi dan pengaruh seluruh alam semesta terhadap planet bumi seisinya termasuk pengaruh kepada pranatan kehidupan manusia, dapat disampaikan antara lain adanya rumusan tata penanggalan jawa sebagai berikut :

1. Pancawara – Pasaran; Perhitungan hari dengan siklus 5 harian :

1. Kliwon/ Kasih 
2. Legi / Manis 
3. Pahing / Jenar 
4. Pon / Palguna
5. Wage / Kresna/ Langking 

2. Sadwara – Paringkelan, Perhitungan hari dengan siklus 6 harian

1. Tungle / Daun 
2. Aryang / Manusia 
3. Wurukung/ Hewan 
4. Paningron / Mina/Ikan
5. Uwas / Peksi/Burung
6. Mawulu / Taru/Benih.

3. Saptawara – Padinan, Perhitungan hari dengan siklus 7 harian :

1. Minggu / Radite 
2. Senen / Soma 
3. Selasa / Anggara 
4. Rebo / Budha 
5. Kemis / Respati
6. Jemuwah / Sukra
7. Setu / Tumpak/Saniscara

4. Hastawara – Padewan, Perhitungan hari dengan siklus 8 harian :

1. Sri 
2. Indra 
3. Guru 
4. Yama 
5. Rudra
6. Brama
7. Kala
8. Uma

5. Sangawara – Padangon, Perhitungan hari dengan siklus 9 harian :

1. Dangu / Batu 
2. Jagur / Harimau 
3. Gigis / Bumi 
4. Kerangan / Matahari
5. Nohan / Rembulan 
6. Wogan / Ulat 
7. Tulus / Air
8. Wurung / Api
9. Dadi / Kayu


6. Wuku, Perhitungan hari dengan siklus mingguan dari 30 wuku :

1. Sinta........11. Galungan........21. Maktal
2. Landhep......12. kuningan........22. Wuye
3. Wukir........13. Langkir.........23. Manahil
4. Kurantil.....14. Mandhasiya......24. Prangbakat
5. Tolu.........15. Julungpujud.....25. Bala
6. Gumbreg......16. Pahang..........26. Wugu
7. Warigalit....17. Kuruwelut.......27. Wayang
8. Warigagung...18. Marakeh.........28. Kulawu
9. Julungwangi..19. Tambir..........29. Dhukut
10. Sungsang....20. Medhangkungan...30 Watugunung

7. Sasi Jawa – ada 12 :

1. Sura.........5. Jumadilawal...9. Poso
2. Sapar........6. Jumadilakhir..10. Sawal
3. Mulud........7. Rejeb.........11. Dulkangidah
4. Bakdomulud...8. Ruwah.........12. Besar

8. Tahun Jawa – ada 8 :

1. Alip........4. Je....7. Wawu
2. Ehe.........5. Dal...8. Jimakir
3. Jimawal.....6. Be 

9. Windu – umurnya 8 tahun :

1. Adi / Linuwih 
2. Kuntara / Ulah 
3. Sengara / Panjir
4. Sancaya / Sarawungan

10. Lambang – umurnya 8 tahun jumlahnya ada 2 :

1. Lambang Langkir
2. Lambang Kulawu.

11. Kurup – umurnya 15 windu atau 120 tahun, ada 7 kurup (menurut tanggal 1 Suro tahun Alip) :

1. Senen /Isananiyah....5. Jemuah / Jamngiyah
2. Selasa Salasiyah.....6. Setu / Sabtiyah
3. Rebo / Arbangiyah....7. Akad / akdiyah
4. Kemis / Kamsiyah 

12. Mangsa- jumlahnya 12 :

1. Kasa / Kartika
2. Karo / Pusa
3. Katiga / Manggasri
4. Kapat / Setra
5. Kalima / Manggala
6. Kanem / Maya
7. Kapitu / Palguna
8. Kawolu / Wisaka
9. Kasanga / Jita
10. Kasepuluh / Srawana
11. Kasewelas / Sadha
12. Karolas / Asuji

Sistim Penanggalan Jawa disebut juga Penanggalan Jawa Candrasangkala atau perhitungan penanggalan bedasarkan peredaran Bulan mengitari Bumi. Petungan penanggalan Jawa sudah dicocokkan dengan penanggalan Hijriah.
namun demikian pencocokkan ini bukanlah menjiplak sepenuhnya juga memperhunakan perhitungan yang rumit oleh para leluluhur kita.
Ada perbedaan yang hakiki antara sistim perhitungan penanggalan Jawa dengan penanggalan Hijriah, perbedaan yang nyata adalah pada saat penetapan pergantian hari ketika pergantian sasi/bulan.
Candrasangkala Jawa menetapkan bahwa pergantian hari ketika pergantian sasi waktunya adalah tetap yaitu pada saat matahari terbenam (surup – antara pukul 17.00 sampai dengan 18.00), sedangkan pergantian hari ketika pergantian sasi/bulan pada penanggalan Hijriah ditentukan melalui Hilal dan Rukyat. 

Mencari hari baik

Dalam melakukan hajat perkawinan, mendirikan rumah, bepergian dan sebagainya. Kebanyakan orang jawa dahulu, mendasarkan atas hari yang berjumlah 7(senin-minggu) dan pasaran yang jumlahnya ada 5, tiap hari tentu ada rangkapannya pasaran, jelasnya : tiap hari tentu jatuh pada pasaran tertentu.

Menurut peritungan Jawa pada umumnya dikenal 7 hari yang masing-masing mempunyai jumlah berlainan; 
• Akad (Minggu) jumlah naptu 5 
• Senen (Senin) jumlah naptu 4 
• Selasa (selasa)jumlah naptu 3 
• Rebo (Rabu) jumlah naptu 7 
• Kemis (Kamis) jumlah naptu 8 
• Jumuah (Jum'at)jumlah naptu 6 
• Setu (Sabtu) jumlah naptu 9 

Selain hari, orang Jawa juga sangat percaya adanya watak yang diakibatkan dari pengaruh Dasaran. dikenal adanya 5 pasaran yaitu 

• Kliwon jumlah naptunya 8 
• Legi jumlah naptunya 5 
• Pahing jumlah naptunya 9 
• Pon jumlah naptunya 7 
• Wage jumlah naptunya 4

Neptu hari atau pasaran kelahiran untuk perkawinan

Hari dan pasaran dari kelahiran dua calon temanten yaitu anak perempuan dan anak lelaki masing-masing dijumlahkan dahulu, kemudian masing masing dibuang (dikurangi) sembilan.

Misalnya :

Kelahiran anak perempuan adalah hari Jumat (neptu 6) wage (neptu 4) jumlah 10, dibuang 9 sisa 1
Sedangkan kelahiran anak laki-laki ahad (neptu 5) legi (neptu 5) jumlah 10 dikurangi 9 sisa 1.
Menurut perhitungan dan berdasarkan sisa diatas maka perhitungan seperti dibawah ini:

Apabila sisa:

1 dan 1 = Baik, Saling mencintai
1 dan 2 = Baik
1 dan 3 = Kuat, Tetapi rejekinya jauh
1 dan 4 : banyak celakanya
1 dan 5 :bisa
1 dan 6 : jauh sandang pangannya
1 dan 7 : banyak musuh
1 dan 8 : sengsara
1 dan 9 : menjadi perlindungan
2 dan 2 : selamat, banyak rejekinya
2 dan 3 : salah seorang cepat wafat
2 dan 4 : banyak godanya
2 dan 5 : banyak celakanya
2 dan 6 : cepat kaya
2 dan 7 : anaknya banyak yang mati
2 dan 8 : dekat rejekinya
2 dan 9 : banyak rejekinya
3 dan 3 : melarat
3 dan 4 : banyak celakanya
3 dan 5 : cepat berpisah
3 dan 6 : mandapat kebahagiaan
3 dan 7 : banyak celakanya
3 dan 8 : salah seorang cepat wafat
3 dan 9 : banyak rejeki
4 dan 4 : sering sakit
4 dan 5 : banyak godanya
4 dan 6 : banyak rejekinya
4 dan 7 : melarat
4 dan 8 : banyak halangannya
4 dan 9 : salah seorang kalah
5 dan 5 : tulus kebahagiaannya
5 dan 6 : dekat rejekinya
5 dan 7 : tulus sandang pangannya
5 dan 8 : banyak bahayanya
5 dan 9 : dekat sandang pangannya
6 dan 6 : besar celakanya
6 dan 7 : rukun
6 dan 8 : banyak musuh
6 dan 9 : sengsara
7 dan 7 : dihukum oleh istrinya
7 dan 8 : celaka karena diri sendiri
7 dan 9 : tulus perkawinannya
8 dan 8 : dikasihi orang
8 dan 9 : banyak celakanya
9 dan 9 : liar rejekinya

Neptu hari dan pasaran dari kelahiran calon mempelai laki-laki dan perempuan, ditambah neptu pasaran hari perkawinan dan tanggal (bulan Jawa) semuanya dijumlahkan kemudian dikurangi/ dibuang masing tiga, apabila masih sisa :

1 = berarti tidak baik, lekas berpisah hidup atau mati
2 = berarti baik, hidup rukun, sentosa dan dihormati
3 = berarti tidak baik, rumah tangganya hancur berantakan dan kedua-duanya bisa mati.

Neptu hari dan pasaran dari kelahiran calon mempelai laki-laki dan perempuan, dijumlah kemudian dibagi empat apabila sisanya :

1 = Getho, jarang anaknya,
2 = Gembi, banyak anak,
3 = Sri banyak rejeki,
4 = Punggel, salah satu akan mati

Misalkan suami lahir Jumat (6) Kliwon (8) = 14 - lihat "neptu hari"
istri lahir Jumat (6) Pahing (9) = 15 - lihat "neptu pekan"
Maka jumah angka suami dan isteri adalah 14 + 15 = 29 : 4 maka akan sisa ”1”
Lihat Tabel = ”1” jatuh pada Getho, berarti "jarang memiliki anak"

Hari kelahiran mempelai laki-laki dan mempelai wanita, apabila :

Ahad dan Ahad, sering sakit
Ahad dan Senin, banyak sakit
Ahad dan Selasa, miskin
Ahad dan Rebo, selamat
Ahad dan Kamis, cekcok
Ahad dan Jumat, selamat
Ahad dan Sabtu, miskin

Senen dan Senen, tidak baik
Senen dan Selasa, selamat
Senen dan Rebo, anaknya perempuan
Senen dan Kamis, disayangi
Senen dan Jumat, selamat
Senen dan Sabtu, direstui

Selasa dan Selasa, tidak baik
Selasa dan Rebo, kaya
Selasa dan Kamis, kaya
Selasa dan Jumat, bercerai
Selasa dan Sabtu, sering sakit
Rebo dan Rebo, tidak baik
Rebo dan Kamis, selamat
Rebo dan Jumat, selamat
Rebo dan Sabtu, baik

Kamis dan Kamis, selamat
Kamis dan Jumat, selamat
Kamis dan Sabtu, celaka

Jumat dan Jumat, miskin
Jumat dan Sabtu celaka

Sabtu dan Sabtu, tidak baik


HARI-HARI UNTUK MANTU DAN IJAB PENGANTIN

(baik buruknya bulan untuk mantu):

1. Bulan Jw. Suro : Bertengkar dan menemui kerusakan (jangan dipakai)
2. Bulan Jw. Sapar : kekurangan, banyak hutang (boleh dipakai)
3. Bulan Jw Mulud : lemah, mati salah seorang (jangan dipakai)
4. Bulan jw. Bakdamulud : diomongkan jelek (boleh dipakai)
5. Bulan Jw. Bakdajumadilawal : sering kehilangan, banyak musuh (boleh dipakai)
6. Bulan Jw. Jumadilakhir : kaya akan mas dan perak
7. Bulan Rejeb : banyak kawan selamat
8. Bulan Jw. Ruwah : selamat
9. Bulan puasa : banyak bencananya (jangan dipakai)
10. Bulan Jw. Syawal : sedikit rejekinya, banyak hutang (boleh dipakai)
11. Bulan Jw. Dulkaidah : kekurangan, sakit-sakitan, bertengkar dengan teman (jangan dipakai)
12. Bulan Jw. Besar : senang dan selamat

BULAN TANPA ANGGARA KASIH

Hari anggara kasih adalah selasa kliwon, disebut hari angker sebab hari itu adalah permulaan masa wuku. Menurut adat Jawa malamnya (senin malam menghadap) anggara kasih orang bersemedi, mengumpulkna kekuatan batin untuk kesaktian dan kejayaan. Siang harinya (selasa kliwon) memelihara, membersihkan pusaka wesi aji, empu mulai membikin keris dalam majemur wayang.

Bulan – bulan anggoro kasih tidak digunakan untuk mati, hajat-hajat lainnya dan apa saja yang diangggap penting.

Adapun bulan-bulan tanpa anggara kasih adalah:

1. dalam tahun Alib bulan 2 : Jumadilakhir dan besar
2. dalam tahun ehe bulanl 2 dan : jumadilakhir
3. dalam tahun jimawal bulan 2 : Suro dan rejeb
4. dalam tahun Je bulan 2 : Sapar
5. dalam tahun Dal bulan 2 : yaitu sapar dan puasa
6. dalam tahun Be bulan 2 : mulud dan syawan
7. dalam tahun wawu bulan 2 : Bakdomulud/syawal
8. dalam tahuin Jimakir bulan 2 : Jumadilawal dan Dulkaidkah

SAAT TATAL

Saat tatal dibawah ini untuk memilih waktu yang baik untuk mantu juga untuk pindah rumah, berpergian jauh dan memulai apa saja yang dianggap penting.

Ketentuan saat itu jatuh pada pasaran (tidak pada harinya ) :

1. pasaran legi : mulai jam 06.00 nasehet.mulai jam 08.24 Rejeki : mulai jam 25.36 rejeki mulai dri jam 10 48 selamat, mulai jam 13.12 pangkalan atau (halangan) mulai jam 15.36 pacak wesi
2. pasaran pahing : mulai jam 06.00 rejeki, jam 08.24 selamat, jam 10.48 pangkalan, jam 13.12 pacak wesi, jam 15.36 nasehat.
3. pasaran pon : mulai jam 06.00 selamat, jam 08.24 pangkalan, jam 10.48 pacak wesi, jam 13.12 nasehat, jam 15.36 rejeki
4. pasaran wage mulai jam 06.00 pangkalan, jam 08.24 pacak wesi, jam 13.12 nasehat jam 15.36 selamat.
5. pasaran kliwon, mulai jam 06.00 pacak wesi, jam 08.24 nasehat, jam 10.48 rejeki, jam 13-12 selamat jam 13.36 pangkalan.

HARI PASARAN UNTUK PERKAWINAN

Neptu dan hari pasaran dijumlah kemudian dikurangi/dibuang enam-enam apabila tersisa:

1 jatuh, mati, (tidak baik) asalnya bumi
2 jatuh, jodoh (baik) asalnya jodoh dengan langit
3 jatuh , selamat atau baik asalnya barat
4 jatuh, cerai atau tidak baik asalnya timur
5 jatuh, prihatin (tidak baik) asalnya selatan
6 jatuh, mati besan (tidak baik) asalnya utara


Dalam berdagang orang jawa mempunyai petungan (prediksi) khusus untuk mencapai sukses atau mendapatkan angsar (pengaruh nasib) yang baik, sehingga menjadikan rezekinya mudah. Diantaranya petungan tersebut sebagai berikut :

Dalam “kitab primbon” (pustaka kejawen) terdapat berbagai cara dan keyakinan turun-temurun yang harus dilakukan orang yang akan melakukan kegiatan usaha perdagangan. Untuk memulai suatu usaha perdagangan orang jawa perlu memilih hari baik, diyakini bahwa berawal dari hari baik perjalanan usahapun akan membuahkan hasil maksimal, terhindar dari kegagalan.

Menurut pakar ilmu kejawen abdi dalem Karaton Kasunanan Surakarta, Ki KRM TB Djoko MP Hamidjoyo BA bahwa berdasarkan realita supranatural, menyiasati kegagalan manusia dalam usaha perlu diperhatikan. Prediksi menurut primbon perlu diperhatikan meski tidak sepenuhnya diyakini. Menurut Kitab Tafsir Jawi, dina pitu pasaran lima masing-masing hari dan pasaran karakter baik. Jika hari dan pasaran tersebut menyatu, tidak secara otomatis menghasilkan karakter baik. Demikian juga dengan bulan suku, mangsa, tahun dan windu, masing-masing memiliki karakter baik kalau bertepatan dengan hari atau pasaran tertentu.

Golek dina becik (mencari hari yang baik) untuk memulai usaha dagang pada hakekatnya adalah mencari perpaduan hari, pasaran, tahun, windu dan mangsa yang menghasilkan penyatuan karakter baik. Misalnya pada hari rebo legi mangsa kasanga tahun jimakir windu adi merupakan penyatuan anasir waktu yang menghasilkan karakter baik.

Setiap karya akan berhasil sesuai dengan kodrat, jika dilakukan dalam kondisi waktu yang netral dari pencemaran, sengkala maupun sukerta. Manusia diberi kesempatan oleh Tuhan untuk beriktiar menanggulangi sukerta dan sengkala dengan melakukan wiradat. Misalnya dengan ruwatan atau dengan ajian rajah kalacakra, sehingga kejadian buruk tidak menjadi kenyataan.

Orang yang akan membuka usaha pun dapat melakukan upaya sendiri pada malam hari sebelum memulai usaha, yaitu berdoa mendasari doa kepada Tuhan sambil mengucapkan mantera rajah kalacakra Salam, salam, salam Yamaraja jaramaya, yamarani niramaya, yasilapa palasiya, yamidora radomiya, yamidasa sadamiya, yadayuda dayudaya, yasilaca silacaya, yasihama mahasiya. Kemudian menutup dengan mantera Allah Ya Suci Ya Salam sebanyak 11 kali.

Untuk usaha perdagangan orang jawa yang masih percaya pada petung, akan menggunakannya baik untuk menentukan jenis barang maupun tempat berdagang dan sebagainya. Petung tersebut didasarkan weton (kelahiran dari yang bersangkutan)

Peluang merupakan filsafat kosmosentris bahwa manusia dan alam tidak dapat dipisahkan. Manusia merupakan bagian dari alam semesta sehingga geraknya tidak dapat lepas dari gerak alam, sebagaimana waktu dan arah mata angin.

Orang jawa mempunyai keyakinan bahwa saat dilahirkan manusia tidak sendirian karena disertai dengan segala perlengkapannya. Perlengkapan itu merupakan sarana untuk bekal hidup dikemudian hari, yaitu bakat dan jenis pekerjaan yang cocok. Di dalam ilmu kejawen kelengkapan itu dapat dicari dengan petung hari lahir, pasaran, jam, wuku tahun dan windu.

Menurut Usman petung sekedar klenik atau gugon tuhon melainkan merupakan hasil analisa dari orang-orang jawa pada masanya. Hasil analisa itu ditulis dalam bentuk primbon. Dengan petungan jawa, orang dapat membuat suatu analisa tentang anak yang baru lahir berdasarkan waktu kelahirannya. Misalnya anak akan berhasil jika menjadi wartawan, atau sukses jika menjadi pedagang.

Petung yang demikian itu juga digunakan di dalam dunia perdagangan. Orang jawa masih mempercayainya, akan menggunakan petung dengan cermat. Dari menentukan jenis dagangan waktu mulai berdagang diperhitungkan. Semua sudah ada ketentuannya berdasar waktu kelahiran yang bersangkutan.

Penerapan petung untuk usaha perdagangan akan menambah kemungkinan dan percaya diri untuk meraih sukses. Kepercayaan diri akan membuat lebih tepat dalam mengambil keputusan. Prediksi menurut petung di dalam perdagangan bukan hanya ada pada budaya orang jawa saja. Dalam budaya Cina misalnya, hingga kini perhitungan itu masih berperan besar, sekali pun pengusaha Cina itu sudah menjadi konglomerat.

Di Cina petung itu ada dalam Kitab Pek Ji atau Pak Che (delapan angka) yang juga berdasarkan kelahiran seseorang, yaitu tahun kelahiran memiliki nilai 2, bulan nilai 2, hari memiliki nilai 2 dan jam kelahiran nilai 2.

Meskipun orang lahir bersamaan waktu, rezeki yang diperoleh tidak sama karena yang satu menggunakan petung sedangkan yang lainnya tidak.

Banyak pula orang yang tidak mempercayai petung. Mereka menganggapnya klenik atau tahayul. Mereka berpendapat dengan rasionya dapat manipulasi alam. Anggapan demikian belum pas, meskipun manusia dapat merekayasa, alam ternyata akan berjalan sesuai dengan mekanismenya sendiri

Untuk perhitungan mendirikan / pindahan rumah

A. Pertama-tama yg diperhitungakan adalah Bulan Jawa, yaitu :

1. Bulan Sura = tidak baik
2. Bulan Sapar = tidak baik
3. Bulan Mulud (Rabingulawal) = tidak baik
4. Bulan Bakdamulud (Rabingulakir) = baik
5. Bulan Jumadilawal = tidak baik
6. Bulan Jumadilakir = kurang baik
7. Bulan Rejeb = tidak baik
8. Bulan Ruwah (Sakban) = baik
9. Bulan Pasa (Ramelan) = tidak baik
10. Bulan Sawal = sangat tidak baik
11. Bulan Dulkaidah = cukup baik
12. Besar = sangat baik

Berdasarkan perhitungan diatas, bulan yg baik adalah : Bakdamulud, Ruwah, Dulkaidah, dan Besar.

B. Langkah kedua yaitu menghitung jumlah hari dan pasaran dari suami serta istri.

1. Suami = 29 Agustus 1973
- Rabu = 7
- Kliwon = 8
- Neptu (Total) = 15

2. Istri = 21 Desember 1976
- Selasa = 3
- Kliwon = 8
- Neptu (Total) = 11

Jumlah Neptu Suami + Istri = 15 + 11 = 36

C. Langkah ketiga, menghitung Pancasuda.

Jumlah ((Neptu suami + Neptu Istri + Hari Pindahan/Pendirian Rumah) : 5). Bila selisihnya 3, 2, atau 1 itu sangat baik. Cara ini disebut PANCASUDA.

PANCASUDA :

1. Sri = Rejeki Melimpah
2. Lungguh = Mendapat Derajat
3. Gedhong = Kaya Harta Benda
4. Lara = Sakit-Sakitan
5. Pati = Mati dalam arti Luas

Lalu mengurutkan angka hari pasaran mulai dari jumlah yang paling kecil yaitu (selasa (3) + wage (4) = 7), hingga sampai jumlah yang paling besar yaitu (Sabtu (9) + Pahing (9) = 18.

7 + 36 = 43 : 5 sisa 3 = Cukup Baik
8 + 36 = 44 : 5 sisa 4 = Tidak Baik
9 + 36 = 45 : 5 sisa 5 (yg habis dibagi 5 dianggap sisa 5) = Jelek Sekali
10 + 36 = 46 : 5 sisa 1 = Baik Sekali
11 + 36 = 47 : 5 sisa 2 = Baik
12 + 36 = 48 : 5 sisa 3 = Cukup Baik
13 + 36 = 49 : 5 sisa 4 = Tidak Baik
14 + 36 = 50 : 5 sisa 5 = Jelek Sekali
15 + 36 = 51 : 5 sisa 1 = Baik Sekali
16 + 36 = 52 : 5 sisa 2 = Baik
17 + 36 = 53 : 5 sisa 3 = Cukup Baik
18 + 36 = 54 : 5 sisa 4 = Tidak Baik

Dari paparan tersebut diketahui hari baik untuk mendirikan rumah tinggal, khusus bagi pasangan suami–istri yang hari-pasaran-lahir keduanya berjumlah 36 adalah :

Terbaik 1 :
a. hari-pasaran berjumlah 10 ( Selasa Pon, Jumat Wage dan Minggu Legi)
b. hari-pasaran berjumlah 15 (Rabu Kliwon, Kamis Pon dan Jumat Pahing)

Terbaik 2 :
a. hari-pasaran berjumlah 11 (Senin Pon, Selasa Kliwon, Rabu Wage dan Jumat legi)
b. hari-pasaran berjumlah 16 (Rabu Pahing, Kamis Kliwon dan Sabtu Pon)

Terbaik 3 :
a. hari-pasaran berjumlah 7 (Selasa Wage)
b. hari-pasaran berjumlah 12 (Senin Kliwon, Selasa Pahing, Rabu Legi, Kamis Wage dan Minggu Pon)
c. hari-pasaran berjumlah 17 (Kamis Pahing dan Sabtu Kliwon)
D. Selanjutnya pilih salah satu dari 21 hari baik yang berada dalam bulan Bulan Bakdamulud, Bulan Ruwah, Bulan Dulkaidah dan Bulan Besar,

yaitu:

1. Bulan Bakdamulud (Rabingulakir)
Bulan baik untuk mendirikan sesuatu termasuk rumah tinggal. Keluarga yang bersangkutan mendapat wahyu keberuntungan, apa yang diinginkan terlaksana, cita-citanya tercapai, selalu menang dalam menghadapi perkara, berhasil dalam bercocok-tanam, berkelimpahan emas dan uang, mendapat doa restu Nabi, dan lindungan dari Allah.
2. Bulan Ruwah (Sakban)
Bulan baik untuk mendirikan rumah tinggal. Rejeki melimpah dan halal, disegani, dihormati dan disenangi orang banyak, mendapat doa Rasul.
3. Bulan Dulkaidah
Cukup baik, dicintai anak istri, para orang tua, saudara, dan handaitaulan. Dalam hal bercocok-tanam lumayan hasilnya. Banyak rejeki dan cukup uang. Keadaan keluarga harmonis, tentram, damai dan mendapatkan doa dari Rasul.
4. Bulan Besar.
Baik, banyak mendapat rejeki, berkelimpahan harta-benda dan uang. Anggota keluarga yang berdiam di areal rumah-tinggalnya yang dibangun pada bulan Besar merasakan ketentraman lair batin, serta dihormati.

Terbaik 1 :
1. Selasa Pon,
2. Jumat Wage,
3. Minggu Legi,
4. Rabu Kliwon,
5. Kamis Pon,
6. Jumat Pahing,

Terbaik 2 :
7. Senin Pon,
8. Selasa Kliwon,
9. Rabu Wage,
10. Jumat legi,
11. Rabu Pahing,
12. Kamis Kliwon,
13. Sabtu Pon,

Terbaik 3 :
14. Selasa Wage,
15. Senin Kliwon,
16. Selasa Pahing,
17. Rabu Legi,
18. Kamis Wage,
19. Minggu Pon,
20. Kamis Pahing,
21. Sabtu Kliwon,

Contoh : Jum’at Pahing
- 20 April 2007
- 07 September 2007
- 21 Desember 2007

Dalam astrologi Jawa juga dikenal adanya bintang, yang biasa disebut Wuku; ada 30 wuku yang masing-masing mempunyai Dewa (Betara) pelindung (yang kemudian sering dijadikan simbol dari wuku tersebut, seperti misalnya dalam zodiak Sagitarius disimbolkan manusia dengan badan kuda sedang memanah), hari baik, hari sial, dan watak serta bakat sendiri-sendiri. Ke 30 wuku tersebut adalah sebagai berikut: 

1 . Sinta dewa pelindung Dewa Betara Jamadipati 
2. Landep dewa pelindung Dewa Betara Mahadewa
3. Wukir dewa pelindung Dewa Betara Mahajekti 
4. Kurantil dewa pelindung Dewa Betara Langsur 
5. Tolu dewa pelindung Dewa Betara Baju 
6. Gumbreg dewa pelindung Dewa Betara Tjandra 
7. Warigalit dewa.pelindung Dewa Betara Asmara 
8. Warigagung dewa pelindung Dewa Betara Maharesi
9. Djulungwangi dewa pelindung Dewa Betara Sambu 
10. Sungsang dewa pelindung Dewa Betara Gana 
11. Galungan dewa pelindung Dewa Betara Kamadjaja
12. Kuningan dewa pelindung Dewa Betara Indera 
13. Langkir dewa pelindung Dewa Betara Kala 
14. Mandasija dewa pelindung Dewa Betara Brama 
15. Djulungpudjud dewa pelindung Dewa Betara Guritna
16. Pahang dewa pelindung Dewa Betara Tantra 
17. Kuruwelut dewa pelindung Dewa Betara Wisnu 
18. Marakeh dewa pelindung Dewa Betara Surenggana 
19. Tambir dewa pelindung Dewa Betara Siwah 
20. Medangkungan dewa pelindung Dewa Betara Basuki
21. Maktal dewa pelindung Dewa Betara Sakri 
22. Wuje dewa pelindung Dewa Betara Kuwera 
23. Manahil dewa pelindung Dewa Betara Tjitragotra
24. Prangbakat dewa pelindung Dewa Betara Bisma 
25. Bala dewa pelindung Dewa Betari Durga 
26. Wugu dewa pelindung Dewa Betara Singdjalma
27. Wajang dewa pelindung Dewa Betari Sri 
28. Kuwalu dewa pelindung Dewa Betara Sadana 
29. Dukut dewa pelindung Dewa Betara Sakri 
30. Watugunung dewa pelindung Dewa Betara Anantaboga 

Dalam memperhitungkan perjodohan seorang harus menghitung jumlah naptu dari hari pasaran kedua calon pengantin tersebut. Menurut kepercayaan di jawa, apabila naptu dari dua orang yang akan dijodohkan berjumlah 25 maka hubungan kedua belah tersebut tidak bisa dilanjutkan. Hal ini disebabkan 25 apabila dikurangi 24 tinggal satu (1) angka I ini tidak bisa dibagi dua (perkawinan melibatkan dua orang). Angka 24 ini diambil dari angka 3 dikalikan 8, jadi pada pokoknya angka yang paling dihindari adalah tiga (3). Angka tiga dianggap angka sial, karena angka ini adalah angka pati, tali yang mengikat orang mati (Jawa=Pocongan) berjumlah tiga, jumlah tali itulah yang kemudian dianggap sebagai jumlah angka yang membawa sial. Dan nampaknya orang Jawa pada umumnya masih sangat mempercayai perhitungan ini. 
Selain perhitungan jumlah hari pasaran, perkawinan pada masa lalu juga mempunyai pantangan tertentu, seseorang tidak boleh menikah dengan orang yang RUBUH KARANG yaitu:
- Orang yang tinggal saling berhadapan 
- Orang yang tinggal saling membelakangi (ketemu punggung)
- Orang yang tinggal tepat bersebelahan di kanan kiri 

Demikian keterangannya, semoga bermanfa’at...



Ingin Download Kamus Java (horoskop java) klik download tingting
Password iloveyoucaya